This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 23 Juni 2014

Pohon Socratea Exorrhiza

Di hutan hujan tropis Amerika Selatan ada sejenis pohon palem yang bisa bergeser dari tempatnya semula. Socratea exorrhiza, atau sering disebut Walking Palm. 
Dinamakan Walking Palm karena bisa "berjalan", tentunya bukan seperti pohon raksasa Ent dalam film Lord of The Rings. Namun, memang benar-benar bisa berpindah tempat sendiri.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Rupanya karena pergerakan akar yang mengikuti arah cahaya matahari. Akar yang tidak mendapatkan sinar akan mati dan kemudian digantikan oleh pertumbuhan akar yang baru. Bentuk akarnya muncul dari bagian batang seolah tentakel gurita.
Pada tahun 1961 sebuah fakta baru mengenai tanaman ini ditemukan oleh para ahli. Sebuah pohon jenis ini tumbang karena ditimpa oleh pohon lainnya, namun beberapa hari kemudian, tumbuh akar baru di sekitar akar yang lama. 
Menurut penelitian, dalam tempo satu tahun, pohon yang mampu tumbuh hingga 25 meter dan berdiameter sekitar 16 cm ini dapat bergeser dari tempatnya semula sejauh 1 meter. sumber: http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/12/08/29/m9ikl5-wah-pohon-ini-bisa-pindah-sendiri
   

Laba-laba 'Black Widow'

Laba - laba black widow atau janda hitam, binatang ini adalah serangga yang beracun dan hidup di seluruh dunia, Ada perbedaan mencolok antara black widow jantan dan bentina. Laba - laba jantan lebih coklat daripada hitam, dengan garis garis hitam memanjang di sisi perutnya. Pola di perutnya sering kali berwarna kusam dan biasanya tidak memiliki bentuk yang jelas. Jantan dewasa hanya menghasilkan sedikit racun dan tidak terlalu membahayakan jika terkena racunnya. Sedangkan black widow betina, biasanya menunjukkan pola pola berwarna cerah di perutnya, dan seluruh kelenjar racunnya bekerja dengan baik. Setiap tetes racunnya lebih mematikan dibandingkan bisa ular derik. Dan betina dua atau tiga kali lebih besar daripada laba - laba jantan.

Black widow yang terlihat 'cukup ganas' ini, rupanya agak pemalu. Racun yang membantu black widow menjebak serangga juga berbahaya bagi manusia. Pada tahun 1993, seorang ilmuwan mencatat penderitaannya setelah jarinya digigit seekor black widow. Rasa nyeri dengan cepat menjalar ke lengannya. Dadanya sakit, dan ia merasa mengantuk dan sakit kepala. Denyut jantungnya melambat. Rasa nyeri pun menyebar ke perut, kakinya mulai gemetar, beberapa lama kemudian, ia mulai sesak napas dan sulit bicara. Dibutuhkan sekitar 8 hari sampai semua gejalanya hilang.Jika Black widow jantan berada dalam bahaya yang sama pada musim kawin datang, Ia akan menemukan black widow betina sedang bergelantungan di sarangnya, jantan kecil 'mengetuk' pintu si betina menggunakan perutnya dan membuat sarangnya bergetar. Jika si betina balas mengirimkan getaran, si jantan mungkin aman. Jika tidak, si betina bisa menghajar si jantan, membungkusnya dengan sutranya seperti mumi, dan membiarkannya tergantung berhari - hari untuk camilan lezat, jika si betina siap kawin, biasanya semua berjalan dengan baik. Sesudah itu, black widow betina hanya makan pasangannya jika ia sangat lapar. Jika tidak, si betina membiarkan si jantan kecil pergi. Black widow jantan bukan satu - satunya yang mengalami bahaya saat kawin. Belalang sembah betina sering kali menggigit sampai putus kepala pasangannya setelah kawin.

Candi Muaro Jambi (Candi Terluas)

Kompleks percandian Muaro Jambi pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke yang melakukan pemetaan daerah aliran sungaiuntuk kepentingan militer. Baru tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran yang serius yang dipimpin R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kunopada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-9-12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar, dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi KotomahligaiKedatonGedong SatuGedong DuaGumpungTinggi,Telago RajoKembar Batu, dan Candi Astano.
Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan daerah itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari PersiaChina, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan "wajra" pada beberapa candi yang membentuk mandala.
Kompleks percandian Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi). Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.
Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnaparamitadwarapalagajahsimhaumpak batulumpang/lesung batuGong perunggu dengan tulisanCinamantra Buddhis yang ditulis pada kertas emaskeramik asing, tembikarbelanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manikbata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.